FIRMAN

Khotbah minggu

Home > Firman > Khotbah Minggu

Tanggalkanlah Kasut Dari Kakimu

Views 78331 Votes 0 2013.11.24 05:12:08

TANGGALKANLAH KASUTMU DARI KAKIMU

(Kel 2:11–15, 3:1-5)


Allah memanggil dengan 2 tujuan, yaitu untuk menyelamatkan kita dari dosa dan maut, dan untuk mempercayakan pekerjaan Allah kepada kita. Pembacaan hari ini adalah adegan dimana Allah memanggil Musa di gunung Horeb. Musa memukul mati orang Mesir di usia 40 thn, dan melarikan diri ke Padang Gurun Midian dan disana ia menggembalakan domba 40 thn. Dan ketika ia berusia 80 tahun, malaikat Allah menampakkan diri kepadanya dalam nyala api yang keluar dari semak duri (Kel 3:2).  Semak duri  melambangkan bangsa Israel yang menjalani kehidupan sebagai budak. Dan hal tidak dimakan api menunjuk bahwa meski menderita, mereka tidak akan hancur binasa (Ul 4:20; Yer 11:4; 1Raj 8:51; Mzm 118:18; 2Kor 6:9). Waktu itu, firman yang diperintahkan pertama kali kepada Musa adalah “tanggalkanlah kasutmu dari kakimu.” Percayalah bahwa ini juga perintah yang diberikan kepada kita hari ini. Kalau begitu mengapa disuruh untuk menanggalkan kasutnya?

 

1.    Karena di tempat itu Allah hadir (Kel 3:5).

Dikatakan tanah itu kudus karena di tempat itulah Allah hadir. Jadi dimanapun tempat itu, jika disana Allah hadir, maka itu tanah yang kudus. Dan itu juga tempat Bait Suci yang kudus, serta pintu sorga (Kej 28:16-17). Jika kita merasakan hadirat Allah di tempat dimana kita sedang berada, maka bukankah kehidupan kita akan berubah? Jika Allah berada disini, maka tindakan, perbuatan, perkataan kita akan berubah. Sekarang pun, Allah ingin hadir kepada kehidupan kita, maka Ia terlebih dahulu meminta kekudusan kepada kita (1Pet 1:15). Kita haruslah menjadi orang yang kudus dalam seluruh hidup kita, bukan hanya secara luar saja, barulah kita bisa hidup berjalan bersama Allah dengan kudus (Im 11:44-45). Ketika kita masuk bait suci, ada hal yang harus kita perhatikan yaitu kita haruslah menjaga langkah kita (PKh 5:1). Maksud ayat ini, daripada memberikan korban persembahan tanpa menyadari firman dengan tetap melakukan kejahatan, Allah lebih ingin kita mendengarkan firman. Itulah hal yang membuat kaki kita kudus (Ef 5:26).

 

2.    Itu perintah Allah bahwa selesaikanlah dosa yang ada didalam kita.”

Allah mengetahui sampai-sampai pikiran yang mendalam dari kita dan segala jalan yang kita tempuh (Mzm 139:2-3). Kasut menunjuk pada seluruh perjalanan kehidupan yang telah kita tempuh sejauh ini. Maka kasut itu kotor karena tertempel debu dan kotoran. Kasut Musa mengandung hal-hal kotor yang pernah ia pikirkan, katakan, perbuat selama hidupnya (Kel 2:11-15). Maka sebelum Allah memanggil Musa sebagai orang yang akan mengemban tugas khusus, terlebih dulu Allah memerintahkan dia untuk menanggalkan kasutnya. Hari ini pun, Allah sedang memanggil orang-orang yang akan mengemban tugas khusus untuk kehendak sejarah penebusan di zaman ini. Maka haruslah kita terlebih dahulu menanggalkan kasut kita dan bertobat dengan sungguh-sungguh. Kalau begitu, kasut yang harus Musa tanggalkan itu menunjukkan apa?

1)     Kasut dari keinginan diri.

Di usia 40 thn, Musa memukul mati orang Mesir dalam kemarahannya (Kis 7:23-24). Kemarahan Musa adalah rachon dalam bahasa Ibrani yang berarti keinginan manusia. Ketika Simeon dan Lewi membunuh kaum Hewi, waktu itu dikatakan karena rachon ini (Kej 49:6). Jadi masalahnya, mereka hendak menyelesaikan perkara dengan perasaan dendam, pembunuhan dan kebencian. Di dalam darah dari manusia yang jatuh dalam dosa, aura atau sifat yang buruk sedang mengalir. Itu sebabnya, dalam perkara kecil pun, manusia mudah marah, benci, kesal, dll. Kata rachon juga ada di Dan 8:4b, yaitu melakukan semau dirinya. Jadi rachon adalah hal yang bergerak dengan pikiran manusia, sesuai kehendak dirinya. Namun, kita haruslah menjadi orang-orang yang bertindak sesuai dengan kehendak Allah. Maka kita haruslah mengosongkan penampilan diri kita, menanggalkan manusia lama, memutuskan masa lalu, serta melepaskan sudut pandang dan rencana diri kita.

2)     Kasut dari ketergesa-gesaan.

Ketika Musa memukul mati orang Mesir di usia 40 tahun, Musa berpikir bahwa umat Israel akan sadar bahwa Allah hendak menyelamatkan org Israel lewat dia, tapi mereka tidak menyadarinya (Kis 7:25). Karena Musa tergesa-gesa, ia berpikir bahwa waktunya telah datang. Jadi ia hendak menarik waktuya. Tapi pada kenyataannya, Eksodus terjadi saat ia berusia 80 thn. Maka kita harus sadar bahwa ketergesaan bukanlah hidup berjalan bersama Allah (Ams 14:29, Ams 21:5, Ams 29:20).  Didalam hati kita haruslah tidak ada ketergesaan, barulah kita menjadi orang yang hatinya berkenan kepada Allah (Kis 13:22). Terkadang ada waktu ketika Allah hendak mengerjakan pekerjaan-Nya dengan pelan-pelan, tapi kita terburu-buru dan mendahului Allah, sehingga mau mengerjakannya dengan cepat-cepat.

3)     Kasut dari menyerah atas dirinya dan dari ketidakpercayaan.

Selama Musa mengembalakan domba 40 tahun lamanya, ia telah menyerah atas dirinya dalam hal menyelamatkan umatnya. Pada waktu demikian, Tuhan memanggil Musa di gunung Horeb (Kis 7:34b, Kel 3:10). Musa berada di gunung Horeb yang jaraknya 340 km dari Gosyen. Waktu itu Musa menjawab, “Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?” (Kel 3:11). Kepada dia yang dalam ketakutan dan berada dalam situasi yang menyerah, Allah mengatakan lagi tentang 3 tanda atau mujizat kepadanya. Namun Musa tetap menyerah (Kel 4:13). Jika menyerah terus bertumbuh maka akan menjadi ketidakpercayaan. Menyerah atas dirinya bukan kerendahan hati. Itu berasal dari ketidakpercayaan terhadap kuasa Allah. Maka Allah menyuruh Musa untuk menanggalkan kasut dari ‘menyerah atas dirinya’ yang demikian.

 

Kesimpulan:

Perintah menanggalkan kasut berarti kita harus menjadi hamba Allah. Hanya hamba-hamba sajalah yang tidak memakai kasut. Dengan Allah meminta Musa untuk menanggalkan kasutnya berarti mulai saat ini haruslah Musa benar-benar menjadi hamba Allah yang sejati. Ia disuruh untuk berserah total dan menyangkal dirinya (Mat 16:24). Pekerjaan Allah bukanlah diri kita yang lakukan, tetapi Allahlah yang melakukannya didalam diri kita. Maka ketika melakukan pekerjaan pun, kita haruslah melakukannya dengan antusias dan semangat Allah (Fil 2:13; Kol 3:17; 2Kor 11:2; 1Kor 15:10). Setelah Musa bertemu dengan Allah dan mendengar firman ‘tanggalkanlah kasutmu dari kakimu’, ia membereskan seluruh kehidupan yang ditempuh sejauh ini dengan semau dirinya, lalu ia lahir kembali sebagai hamba yang dipegang oleh tangan Allah. Di hari akhir, orang-orang yang dimeteraikan meterai Allah pada dahi mereka menjadi hamba-hamba Allah yang mengikuti Anak Domba (Why 7:2-3). Musapun telah melakukan sesuai yang diperintahkan kepadanya (Kel 7:6, 10, 20; 12:28, 50). Kiranya Tuhan memberkati agar pada kitapun, pikiran diri dan rancangan diri kita hilang lenyap dan hanya mengikuti firman Tuhan. Amin.

 

List of Articles
No. Subject Date Viewssort
263 Yosafat, Raja yang Disertai Oleh TUhan Jul 13, 2013 85518
262 Tanggalkanlah Kasutmu dari Kakimu, sebab Tempat Dimana Engkau Berdiri Itu adalah Tanah yang Kudus Aug 30, 2012 85514
261 Engkau adalah Anak-Ku yang Sulung Aug 30, 2012 85491
260 Yesus yang telah Ada sesuai Apa Adanya dari Sejak Semula Oct 13, 2012 85316
259 Panggilan Allah May 20, 2012 85178
258 Jagalah Hari Raya 7 Minggu Jul 04, 2012 85127
257 Hanya Oleh Iman Sep 20, 2014 85084
256 Peliharalah Hari Raya Penuaian Jul 18, 2014 84920
255 Sebab Kuk Yang Kupasang Itu Enak Dan Beban-Ku Pun Ringan Nov 01, 2014 84692
254 Karena Firman Memiliki Kuasa maka Ada Pekerjaan dan Kemajuan Jun 04, 2012 84247
253 Hakikat 10 Perintah Nov 10, 2012 84120
252 Tahun 2012 yang Menggenapi Firman Sejarah Penebusan May 20, 2012 84086
251 Rumah Tangga yang Bahagia yang Takut akan Allah Jun 04, 2012 83910
250 Menguatkan dan Meneguhkan Kamu dalam Pekerjaan Tuhan Jun 04, 2012 83631
249 Masa Ini dan Masa Yang Akan Datang May 20, 2012 83580
248 Kemuliaan Yang Terbesar Dan Tertinggi Yang Akan Kita Nikmati Aug 16, 2014 83514
247 10 Malapetaka yang diteruskan bahkan sampai hari ini di dalam perjanjian yang tak berubah Sep 03, 2013 83506
246 Janganlah Membunuh Aug 28, 2013 83494
245 Pengemis Buta yang telah Mencari Penerangan pada Hari Sabat May 20, 2012 83240
244 Yesus Menghembusi Mereka dan Berkata “Terimalah Roh Kudus” Jun 09, 2012 83176
XE Login