KOMUNITAS GPBSI

KOMUNITAS GPBSI

Home > Buletin > Kolom

Artikel: Bagaimana Cara Kalian Belajar?

Views 37269 Votes 0 2015.02.11 23:13:04
Kami Mewawancara Beberapa Jemaat dari 
Berbagai Usia
Bagaimana Cara Kalian Belajar?



Di Gereja Pyungkang Cheil, hal membaca dan mempelajari Alkitab dituntun oleh sebuah ayat Alkitab: “Ingatlah kepada zaman dahulu kala, perhatikanlah tahun-tahun keturunan yang lalu.” Semenjak seri Sejarah Penebusan diterbitkan, Alkitab menjadi sebuah buku untuk dipelajari dan buku yang harus dibaca dan diperhatikan dengan teliti. Banyak pembaca yang mengakui bahwa mereka menemukan rahasia yang tersembunyi dalam Alkitab melalui seri Sejarah Penebusan. Lalu, dimanakah rahasia yang tersembunyi dalam Alkitab dan bagaimana cara untuk menemukannya? Mulai dari anak yang duduk di bangku SMP sampai pekerja kantor, pengusaha, pegawai negeri; setiap jemaat dari berbagai usia sedang belajar dengan sungguh-sungguh di tempat mereka masing-masing. Mari kita lihat bagaimana cara mereka belajar. 

 belajar SSP1.jpg

“Aku menggambar silsilah Adam dengan tanganku sendiri.”
Myung-su Kim (kelas 1 SMP, Ohnam Junior High)

belajar SSP2.jpg Semua pendeta perlu melihat sesuatu yang ada di dalam kamar Myung-su. Itu adalah kertas-kertas ukuran A4 yang disambung menjadi satu, dimana Myung-su menulis dan menggambar silsilah Adam. Ini adalah sebuah karya yang telah di-update beberapa kali sejak ia duduk di bangku SD. Setelah buku ‘Silsilah di Kitab Kejadian’ dan ‘Pertemuan yang Terlupakan’ diterbitkan, Myung-su mengambil selembar kertas A4 dan mulai menggambar silsilah Adam. Seiring dengan silsilah yang semakin memanjang, ia kemudian menambahkan kertas A4 dan menempelkannya. Ketika tulisannya menjadi berantakan, ia bahkan menggunakan program excel untuk menata silsilah tersebut. Myung-su telah membaca seluruh Alkitab sebanyak 7 kali. Ia telah membaca setiap seri Sejarah Penebusan sebanyak 3 kali. Saat ini ia berencana untuk membaca buku ke-6 yang baru saja diterbitkan, setidaknya 3 kali. Tetapi, apa yang membuat anak ini menggambar silsilah Adam? “Pertama, saya merasa terlalu banyak nama-nama yang tertulis dalam silsilah dan saya ingin menatanya. Sama seperti Tuhan yang menjanjikan sebuah bangsa yang besar kepada Abraham, ketika aku membentangkan silsilah ini, disana ada begitu banyak orang sampai-sampai aku kehabisan tempat untuk menulis semua nama-nama itu. Ketika aku melihat hasilnya, aku merasa kewalahan.”

 
belajar SSP3.jpg
“Aku memiliki saat hening bersama Firman.”
Jin-hyun Lim

Hari Minggu sekitar pukul 9 pagi di Happy Caf, yaitu di bagian basement dari pusat belajar kedua, disana hanya ada beberapa orang yang sedang membaca buku. Disana seperti sebuah perpustakaan yang dipenuhi aroma dari saat yang hening bersama Firman. Setiap hari Minggu pagi setelah Lim Jin-hyun mengantar ibunya ke persekutuan doa penatua, ia pergi ke caf dan membaca seri Sejarah Penebusan hingga ibadah kedua dimulai. Ia senang membaca. Ketika masih bersekolah, ia membaca sebanyak 300 buku dalam setahun. Bahkan sekarang, di tengah kesibukannya pun ia membaca kurang lebih setengah dari jumlah buku yang ia baca ketika ia masih bersekolah. Ia berkata bahwa pada umumnya ia suka membaca buku mengenai kemanusiaan, ilmu alam, dan topik-topik lainnya dengan rasio 6:3:1. Ini adalah sebuah ekspresi yang menggambarkan kepribadiannya. Ketika ditanya bagaimana meluangkan waktu untuk membaca seri Sejarah Penebusan di tengah kesibukannya, ia menjawab bahwa ia mengurangi jam tidurnya untuk membaca. Kami penasaran bagaimana pendapatnya mengenai seri Sejarah Penebusan karena ia telah membaca banyak buku. “Sebagai orang percaya, saya menganggap seri Sejarah Penebusan sebagai bacaan utama dalam kehidupan Kristen dan sebagai sebuah buku yang mengubah cara pandang saya terhadap Alkitab. Sebelumnya, saya menganggap Alkitab sebagai buku yang memiliki ketidakcocokan antar periode, dan penulis dari setiap periodenya berbeda. Singkatnya, saya tidak memiliki fokus yang benar ketika membaca Alkitab. Namun, seri Sejarah Penebusan, seperti yang ditunjukkan judulnya, membentangkan secara jelas sebuah struktur dalam perspektif yang menyatu dan tema yang konsisten.” Kami bertanya apakah ia telah membagikan seri Sejarah Penebusan kepada orang lain. “3 sampai 4 bab dalam seri Sejarah Penebusan dimuat dalam sebuah khotbah di hari Minggu. Membagikan buku? Biasanya yang merespon pada buku-buku ini adalah orang-orang yang telah membaca Alkitab setidaknya 5 kali atau yang telah mempelajarinya secara akademik. Seri Sejarah Penebusan harus dibaca dengan teliti. Menurut saya, Silsilah di Kitab Kejadian adalah buku yang paling rumit dan saya akan membacanya kembali.”

 belajar SSP4.jpg
“Saya membuat bagan kronologis dari Alkitab seperti sedang menghitung bulu”
Jae-ki Shim

Di bulan November tahun 2009, liburan selama 25 tahun dari gereja telah berakhir bagi Jae-ki Shim. Ia mulai pergi ke gereja di usia 19 tahun. Namun ketika ia menikah di usia 28 tahun, ia berhenti ke gereja. Lalu suatu hari, Penatua Jung-hyun Kim, yang mungkin saja telah melupakan namanya, menelepon setelah 25 tahun dan memberitahu kabar yang mengejutkan bahwa Pendeta Senior telah menulis dan menerbitkan seri Sejarah Penebusan. Dengan penuh kekejutan, Jae-ki Shim meminta temannya ini datang ke rumahnya dengan membawa buku-buku tersebut. Ia ingat dulu ketika Pendeta Senior sering berkata bahwa ia akan menerbitkan buku-bukunya. Sang penatua membawakan 3 buku dan memberitahu bahwa 4 buku dari seri Sejarah Penebusan telah diterbitkan. Ia mengingatkan bahwa ia tidak akan memahami buku ke-4 sebelum ia membaca 3 buku pertama. “Sambil membaca, saya mengingat Firman yang saya terima ketika saya masih muda. Saya sungguh menikmatinya. Saya membaca seri pertama dari awal sampai akhir tanpa meninggalkan tempat duduk. Saya telah membaca ketiga buku pertama dalam waktu 2 minggu dan saya merasa dipenuhi berkat yang telah saya lupakan selama 25 tahun terakhir. Saya merasa seperti telah didoakan seseorang.” Matanya menari-nari sambil ia menoleh kembali masa mudanya. Karena penasaran, ia membeli buku ke-4 dengan uangnya sendiri. Bukunya sangat rumit. Setelah dibaca, isinya sangat menakjubkan. Ia terus membacanya namun akhirnya kesulitan dalam menghitung tahun-tahun setiap generasi. Ketika ia kembali ke gereja dan mengikuti pendalaman Alkitab dengan beberapa guru injil, isi buku itu mulai menjadi mudah diserap. Namun, ketika ia mencoba menghitung kesinkronan tahun-tahun pemerintahan antara kerajaan Israel Utara dan Yehuda Selatan, ia tersesat di bagian masa pemerintahan Rehabeam selama 17 tahun dan masa pemerintahan Abia selama 3 tahun. Maka, ia mulai menulis di balik sebuah kalender dengan menggambar bagan sesuai dengan ayat-ayat Alkitab yang disebutkan dalam buku tersebut. Namun ia segera menyerah setelah menggambar dengan tangan karena kerumitan dan kompleksitas dari tahun-tahun pemerintahan, kemudian ia memindahkannya ke dalam program Photoshop di komputer. Ini sangat mengagumkan karena ia masih bisa menggunakan Photoshop di usia 50-an nya. Kami penasaran dengan profesinya. “Saya mengekspor dan berdagang peralatan. Saya membuat manual untuk peralatan dalam Photoshop. Penggaris dalam Photoshop sangatlah akurat. Maka itu ketika kita memasukkan tahun-tahun pemerintahan kerajaan Yehuda Selatan dan Israel Utara, kita bisa meluruskannya melalui penggaris ini. Saya telah menandai raja-raja yang baik dengan warna hijau dan ketika mereka menjadi jahat saya mewarnainya dengan warna merah. Saya juga menemukan masa pemerintahan bersamaan.” Bagan yang ia buat tidak hanya mengagumkan untuk dilihat, tapi juga akurat karena memuat setiap informasi dalam Alkitab. Kami bertanya apa yang ia dapatkan melalui projeknya yang rumit ini.
“Sebelumnya saya tidak tahu bahwa Alkitab itu sangat akurat tanpa celah atau berbeda secara kronologis dan bahwa Alkitab menyajikan berbagai bukti di dalamnya. Ternyata satu-satunya perbedaan selama ribuan tahun ini adalah 6 bulan, yaitu perbedaan dari kalender Tisri dan Nisan. Saya ingat sang penulis menuliskan di kata pengantar bahwa ia telah meneliti Alkitab bagaikan sedang menghitung bulu. Karena itu saya ingin membaca sambil mengingat sang penulis supaya saya juga bisa merasakan hal-hal yang ia rasakan. Saya secara khusus mencoba untuk membuka setiap ayat Alkitab sambil membaca seri Sejarah Penebusan.”
Ia percaya bahwa Tuhan telah membuat Alkitab seperti sebuah teka-teki. Ketika Tuhan membuat Alkitab dengan cara demikan, Ia pasti telah berantisipasi bahwa seseorang yang bisa memecahkan teka-teki itu dengan akurat pasti akan muncul. Sama seperti kitab Amsal yang berfirman bahwa manik-manik akan menjadi sebuah harta hanya ketika diikat menjadi satu, ia juga percaya bahwa seri Sejarah Penebusan merupakan sebuah alat untuk tujuan tersebut. “Firman di Ibrani 4:7 terlintas di pikiran saya, ‘Sebab itu Ia menetapkan pula suatu hari, yaitu “hari ini”, ketika Ia setelah sekian lama berfirman dengan perantaraan Daud seperti dikatakan di atas : “PADA HARI INI, JIKA KAMU MENDENGAR SUARA-NYA, JANGANLAH KERASKAN HATIMU!”’ Mungkin sekarang adalah ‘hari ini’, karena kita telah memperoleh buku-buku yang menembus Alkitab sehingga manik-manik itu bisa diikat menjadi satu.”


belajar SSP5.jpg  
"Saya membaca, mengurutkan, berdoa, dan belajar"
Young-sun Choi

Sambil kami melihat para jemaat gereja yang dengan tekun mempelajari seri Sejarah Penebusan, seorang jemaat telah merekomendasikan buku kepada tantenya. Itulah bagaimana kami bertemu dengan seorang guru agama SMA, Young-sun Choi. Pertanyaan pertama yang kami ajukan adalah seberapa banyak ia telah mempelajari seri Sejarah Penebusan. Ia menjawab bahwa ia telah banyak membaca. Seberapakah “banyak” yang ia katakan? Ia telah membaca setiap seri sebanyak 20 kali. Bagaimana ia bisa membaca seri pertama sampai kelima sebanyak total 100 kali? Selain itu, ia telah membaca buku buku keenam untuk ketujuh kalinya. Hari dimana kami mewawancarai beliau adalah hari ke-20 setelah buku keenam diterbitkan. Kami sangat terkagum dan bertanya kapan ia memiliki waktu untuk membaca dan metode apa yang ia pakai. “Saya seorang pegawai negeri; dan saya tidak memiliki banyak waktu, maka saya harus meluangkan waktu untuk membaca. Saya selalu berangkat pagi dan pulang larut malam. Karena rumah saya di Pyeongtaek, saya berangkat pukul 6 pagi dan tiba di Incheon pukul 7. Lalu saya berdoa dan segera membaca buku. Pukul 9 saya mulai bekerja, makan siang, kemudian membaca lagi. setelah pekerjaan selesai, saya tinggal disana sampai pukul 8 malam untuk membaca, lalu pulang.” Anak-anak beliau telah dewasa dan saat ini tinggal di Amerika. Kami penasaran mengapa beliau meluangkan waktu untuk membaca. “Saya sangat frustasi karena saya tetap lupa, tidak peduli berapa kali saya membaca. Jika saya bisa, saya ingin memahatnya di hati saya. Alkitab berkata bahwa di hari akhir, banyak orang akan kembali kepada firman (Amos 8:11). Saya tidak ingin lupa, maka saya menuliskan dan menghafal sebanyak yang saya bisa.” Metode keduanya adalah mencatat. Ia menggunakan komputernya untuk mencatat. Selain itu, ia membuat catatan penting  untuk judul besar dan kecil dan membacanya dengan bersuara. Ia hafal setiap poin-poin penting dalam setiap buku. Setiap orang yang mendengar penjelasannya bisa merasakan semangat beliau akan firman. “Semakin saya membaca, semakin saya harus berdoa. Biasanya saya ke Yeoju setiap hari Sabtu pagi. Saya tiba disana pukul 5 pagi  untuk berdoa dan menyanyikan pujian, kemudian saya pulang pukul 11. Setiap firman adalah harta bagi saya. Saya ingin mengerti dan berubah... Saya sangat berharap perubahan itu bisa sebanyak yang saya baca, tapi karena tidak bisa, saya hanya bersandar pada doa.”
Beliau percaya bahwa jika kita menganggap buku-buku ini sebagai buku kehidupan, dan jika kita memahami hati Bapa kita di surga, maka kita perlu ke perpustakaan untuk membaca buku serajin anak-anak yang sedang mempersiapkan diri untuk ujian masuk kuliah. Ia menyimpulkan dengan harapam agar kita bisa menyadari betapa berharganya buku-buku ini.

Sumber: Champyungan.com
Ditulis oleh Myung-seon Kang

List of Articles
No. Subject Date Views

[Bulan Mei - Bulan Keluarga] Ayah dan Ibu Kita file

  • May 09, 2016
  • Views 16715

[Bulan April - Bulan Tugas Misi] Pelayan dari Perjanjian Baru file

  • Apr 13, 2016
  • Views 19126

[Bulan Maret - Bulan Doa] Pusatkanlah Pikiran dalam Doa file

  • Mar 09, 2016
  • Views 19092

[Renungan Harian] Injil Tertinggi, Kasih Tertinggi file

  • Feb 24, 2016
  • Views 23986

Komik 40 hari masa sengsara file

  • Feb 18, 2016
  • Views 29645

[40 Hari Masa Sengsara - Lent] file

  • Feb 10, 2016
  • Views 22962

[Bulan Februari – Bulan Pelayanan] Allah yang Telah Memilih Aku file

  • Feb 03, 2016
  • Views 22402

[Renungan Harian] Berlarilah Begitu Rupa file

  • Jan 29, 2016
  • Views 27878

[Renungan Harian] 'Hari Ini' file

  • Jan 22, 2016
  • Views 35135

[Bulan Januari-Bulan Ketetapan Hati] Gambarlah Peta Imanmu file

  • Jan 04, 2016
  • Views 20486

Pewarisan Iman - Edisi Khusus Bulan Penginjilan file

  • Jun 26, 2015
  • Views 28164

Artikel: Bagaimana Cara Kalian Belajar? file

  • Feb 11, 2015
  • Views 37269

[Photo Essay] BC atau AD? file

  • Jan 09, 2015
  • Views 33969

Doa Hana yang Dijawab

  • Dec 05, 2014
  • Views 30121

Artikel: Kehidupan Firman dan Doa file

  • Nov 20, 2014
  • Views 39429

Angka Kudus dalam Alkitab (bag. 2) file

  • Nov 07, 2014
  • Views 35233

Empat Macam Doa yang Memberikan Aroma yang Harum kepada Tuhan file

  • Oct 28, 2014
  • Views 38673

Angka Kudus dalam Alkitab (bag. 1) file

  • Oct 23, 2014
  • Views 37985

God Morning Bread: Mari Makan Madu dan Tetesan Madu file

  • Oct 23, 2014
  • Views 43206

Puisi Karya Milton: “Paradise Lost” file

  • Oct 03, 2014
  • Views 38699
XE Login